BUSINESS MENTOR
BUSINESS MENTOR
Bagaimana Meledakkan Penjualan Dengan Bimbingan Mentor Andalan
Asal Bisnis
Banyak pengusaha pemula
memulai bisnis bermodal keberanian
saja. Itu bagus sih. Karena bisnis
memang perlu nyali. Tapi kalau mau
bertumbuh, perlu ilmu. Ibarat kita
mau sampai kota yang namanya
kemakmuran dan kekayaan perlu
peta sampai kesana. Dengan adanya
peta, enak, harus kemana kaki
melangkah. Kapan belok kiri, kapan
belok kanan, kapan perlu lurus terus.
Nah, apalagi kalau pakai GPS. Kita tidak perlu membaca
peta. Tinggal ikuti aja petunjuknya. Sampai dah di tujuan. Tanpa perlu
tersesat, tanpa perlu kesasar, asal kita jelas punya tujuan.
Sama seperti bisnis. Banyak yang memulai bisnis itu pengen
kaya, pengen sukses, pengen eksis, pengen terkenal. Macam-macam.
Sah-sah aja. Tapi sudah super jelas belum, mau sesukses apa, sekaya
apa, seeksis gimana?
Kalau ngomongin kaya, pasti ada ukuran harta. Berapa
penghasilan dari bisnis sebulan. Berapa profitnya, berapa omsetnya.
Kadang pengusaha ditanya mesam-mesem. Kemungkinannya ada dua.
Pertama gedhe banget sehingga ngomongnya nggak enak. Atau yang
kedua dikit banget. Sehingga malu. Hehehe…
Yang mana tuh?
Atau jawabnya ngalor-ngidul nggak jelas alias ngibul. Ada
lho yang seperti ini. Sehingga kalau nggak tahu jumlahnya berapa ya
gimana mau ningkatinnya? Dalam ilmu manajemen, hanya sesuatu yang
terukur yang bisa ditingkatkan. Jadi harus tegas, harus jelas mau
profit berapa, mau omset berapa. Ini nanti juga terkait buat
pembayaran pajak dan juga zakat. Jadi jelas, tuntas!
Oke, kita lanjut buat pengusaha pemula tadi ya yang asal
berani. Kita harus acungin jempol dulu nih. Karena sudah memulai. Tapi
saran saya, bisnis apapun, coba tembus omset Rp 10 juta pertama
sebulan. Bisa? Kalau sudah, tembus omset Rp 100 juta pertama
sebulan. Wuih!
Dan ini ada lanjutannya, tembus profit Rp 10 juta sebulan.
Mau? Bahkan nanti tembus profit Rp 100 juta sebulan. Wuah!
“Emang bisa Mr JOSS?”
Ya, bisa aja, kalau mau dihitung. Kalau mau
diukur. Ini khan sebenarnya sangat mudah,
sangat bisa. Anak SMP kelas 1 sepertinya
juga bisa. Misal kita jualan produk,
katakanlah British Propolis. Kalau harga jual
Rp 250 ribu, maka kalau tembus omset Rp 10
juta sebulan ya tinggal jualan 40 botol saja
dalam sebulan. Kalau sebulan ada 30 hari,
maka jualan 2 botol bisa tembus tuh omset.
Bahkan lebih!
“Kalau mau tembus Rp 100 juta Mr JOSS?”
Ya tinggal dihitung saja. Rp 100 juta dibagi Rp 250 ribu
jadinya 400 botol. Kalau sebulan 30 hari, maka sehari jualannya 14
botol. Kelar! Bahkan lebih dikit.
Ini hitung-hitungannya. Banyak yang sudah melakukan?
Banyak mereka yang jualan, apalagi pemula tidak berani
menetapkan angka. Jadi nggak tahu harus jualan berapa, harus punya
target berapa. Tinggal dihitung saja.
Target ini penting. Bagian dari niat. Kalau didoakan dan
diikhtiarkan, maka Allah SWT akan dekatkan. Enak atau enak banget?
Bahkan pikirkan sungguh-sungguh, gimana bisa jualan 2 botol British
Propolis sehingga tembus Rp 10 juta omset sebulan. Atau jualan 14
botol British Propolis sehari sehingga akhir bulan tembus omset Rp 100
juta.
Saya membina ribuan mitra, paling mudah dibina ya yang
punya tujuan. Apalagi nanti kalau sudah menghitung profit. Bikin ngiler.
Karena dari sini uangnya nyata. Dengan profit ini bisa untuk bayar
hutang lebih cepat lunas, bisa untuk membiayai impian lainnya misalnya
umrah atau haji, atau beli kendaraan cash keras, tanpa kredit, tanpa
riba.
Wah, enak sekali.
Dan untuk perhitungan profitnya juga sama. Kalau satu
botol British Propolis laku, berapa untungnya? Tinggal kalau mau profit
Rp 10 juta, tinggal mau jualan berapa banyak sebulannya. Mudah atau
mudah banget? Begitu juga kalau mau Rp 100 juta. Tinggal dibagi aja
per botolnya berapa profitnya dan harus jualan per hari berapa.
Nah, kenapa ini saya sampaikan di awal. Karena saking
sibuknya jualan, saking enaknya bisnis, kadang kita lupa, kenapa sih kita
berbisnis. Kalau ini tidak terjawab, maka makin males tuh bisnis.
Ketemu penolakan demi penolakan, ketemu hambatan demi hambatan,
ketemu masalah demi masalah, bukan dihadapi tapi malah dihindari.
Haduh!
Padahal dibalik itu bisa diatasi. Sangat beruntung kalau ada
mentor bisnis yang mengarahkan, sangat bagus kalau ada mentor bisnis
yang memberi petunjuk, sehingga tidak perlu mengulangi kegagalan
yang sama, kesalahan yang sama, dan tahu pola suksesnya dan langsung
tancap gas pol. Insyaallah rezekinya nampol.
Namun seringkali yang saya bahas di awal, banyak
pengusaha pemula hanya bermodal nyali. Tanpa ilmu, tanpa guru,
langsung melaju. Akhirnya bingung dan sering mendapat jalan buntu.
Lalu setelah itu yang disalahkan, “Bisnisnya susah.” Atau “ Aku nggak
bisa.” Padahal sebenarnya dia belum ketemu ilmunya, dia belum ketemu
gurunya yang memberitahu sehingga bisnis bisa maju dan melaju.
Setuju?
Kalau iya, lanjut baca sub bab berikut ini.
Mentor Bisnis, Pentingkah?
Silahkan dijawab nggak penting. Karena saya pun pernah
menjawab begini. Toh saya bisa baca dari buku bisnis. Toh saya bisa
tonton di youtube. Toh saya bisa belajar di seminar bisnis. Ngapain
punya mentor. “Aku bisa sendiri.”
Silahkan maju dan melaju. Karena saya dulu pun begitu.
Terlalu besar ego untuk rendah hati dan mau mendengar, mau belajar
lagi. Terlalu menjadi “BOS” sehingga nggak mau jadi murid. Padahal
omset lagi ngos-ngosan. Padahal bisnis lagi berantakan.
“Pernah mengalami?”
Sekali lagi yang butuh mentor bisnis, silahkan saja lanjutkan
bisnisnya. Tapi kalau mengalami yang seperti saya rasakan, bisnis makin
stagnan dan nggak berkembang. Dari tahun ke tahun bukannya
mengalami kenaikan malah penurunan. Lalu bingung tanya kesiapa.
Bahkan tempat curhat pun nggak ada. Runyam!
Ngomong ke pasangan juga nggak ngerti. Ngomong ke orang
tua dan mertua malah diomelin, “Ngapain bisnis.” Dan ngomong ke
karyawan ya nggak mungkin. Pasti nggak nyambung. Ngomong ke
sembarang teman, termasuk sahabat, juga nggak jadi solusi. Kadang
sok bijak, tapi kalau kita terapkan malah bubrah dan masalah. Wong
sahabat kita bukan pengusaha sukses. Lalu kenapa kita malah mintain
nasihat sukses bisnis. “Lhadalah, piye toh iki!”
Akhirnya mumet dan keliyengan nggak karuan.
Bingung bayar tagihan kreditan mobil buat operasional
bisnis. Bingung buat bayar kontrakan tempat bisnis yang sudah jatuh
tempo. Bingung bayar gaji karyawan. Belum lagi saldo tabungan sudah
mulai menipis. Hutang sudah dimana-mana dan kebanyakan. Hayo lho…
Gimana solusinya? Pusing atau pusing banget?
“Kok Mr Joss fasih bener ngomongin itu?”
Hahaha…ya karena pernah mengalami fase itu dan satu
penyebabnya adalah tidak punya “Mentor Bisnis”.
Jadi kalau Anda tidak mengalami yang saya katakan di atas,
mending nggak usah lanjut baca ebook ini. Tapi kalau Anda mengalami,
baca sampai habis. Apalagi Anda yang pengen maju, Anda yang punya
impian besar dan dari bisnis Anda kayaknya nggak akan kelar bisa
besar, Anda yang pengen makin bertumbuh dan pengen rezeki penuh.
Pengen bisa memberi manfaat lebih banyak, lebih besar. Pengen terus
omset, profit membesar, biar nanti bisa sedekah lebih besar.
Wah…besar-besar nih impiannya. Silahkan lanjutkan baca ebook ini!
Mentor bisnis yang bagus itu yang pribadinya bagus dan
bisnisnya bagus.
Dua hal ini selalu saya ulang-ulang. Dan pencapaian
mentornya apa, perlu kita tahu, kekayaan mentornya seberapa juga
harus tahu, bahkan bisnisnya apa, harus super tahu. Jadi mereka nggak
ngaku-ngaku mentor tapi nggak jelas bisnisnya apa tuh. Walaupun
pribadinya bagus. Mungkin bagus sebagai teman, bukan sebagai mentor
bisnis.
Sampai disini jelas?
Alhamdulillah dalam pencarian bisnis saya, saya menemukan
mentor yang bagus, bisnisnya bagus, karyanya, buku-bukunya bagusbagus, dan sedekahnya atau kedermawanannya juga bagus. Ini layak
dijadikan mentor. Apalagi tegas, berpendirian, dan juga bisa
mengarahkan. Kadangkalah guru siap datang kalau muridnya siap.
Begitu juga guru hebat akan datang hanya kepada murid yang hebathebat atau siap hebat. Mentor bisnis pun juga begitu.
Mentor saya ini namanya Mas Ippho Santosa.
Saya menyebutnya grand mentor. Beliau bisa nulis buku
mega bestseller, akhirnya saya diajari dan bisa jadi
penulis bestseller. Beliau punya bisnis dan sudah
puluhan tahun jalan. Terbukti menghasilkan. Jadi
kalau saya ikuti arahannya walaupun setahun jalan,
usianya sama dnegan puluhan tahun karena
mengikuti arahan. Inilah enaknya punya mentor.
Sampai akhirnya saya jadi mentor bisnis buat ribuan mitra
bisnis saya. Bahkan dari bisnis saya bisa berangkat ke tanah suci hanya
dalam waktu 1 tahun menabung profit. Lalu yang saya ajarin, bisa lebih
cepat lagi. Ada yang 6 bulan, bahkan ada yang 3 bulan bisa lunas umrah.
Alhamdulillah. Dan seringkali pencapaian mentee saya, sebutan buat
mereka yang belajar ke mentor, bisa lebih cepat!
Saya merasakan income dari bisnis puluhan juta di usia 30-
an. Namun karena saya mempunya mentee yang usianya 19 tahun, saat
menginjak usia 20 tahun bisa punya income puluhan juta juga.
Alhamdulillah. Bahkan bisa beli mobil cash keras. Itulah kebahagiaan
saya. Yang saya ajarin bisa lebih cepat suksesnya.
Nah, itu enaknya mentor. Bisa jadi bertanya apapun. Bahkan
masalah di luar bisnis. Termasuk ibadah, keluarga dan lainnya. Jadi
seperti saudara. Dan ciri mentor bisnis yang bagus itu ya bisnisnya
sama. Mentor bisnisnya A, dan mentee bisnisnya A.
Dan adab dalam bermentor hanya dua kata. Yakni nurut dan
manut. Kalau dua ini ada, rezeki ngikut. Enak toh? Bahkan ada salah
satu Ustadz yang bilang kalau bermentor itu ibarat mayat dimandikan.
Ikutin saja arahan, nggak usah ngeyel dan nggak usah banyak protes.
Apalagi kalau arahannya bagus, tidak melanggar syariat agama atau
tidak melanggar hukum negara.
Saya masih ingat dulu awal-awal
berbisnis. Diminta fokus malah saya
gatel juga bisnis yang lain. Alias
palugada. Apa lu mau gua ada. Nggak
akan sukses kayak gini. Atau kalau pun
sukses ya makin lama. Saya pertama
kali waktu itu ditegur. Dan akhirnya saya kembali fokus. Akhirnya
gimana? Bisnis British Propolis saya wush dan bagus. Bahkan di akhir
tahun pertama saya bisnis British Propolis, dapat penghargaan “The
Highest Income.” Alhamdulillah!
Saat diminta resign kerja agar full jadi pengusaha, saat itu
jabatan saya orang nomor dua di tempat kerja saya. Tinggal selangkah
lagi jadi orang pertama. Esoknya saya langsung mengajukan resign
kerja. Ya, bismillah, manut dan nurut sama mentor. Toh habis ini terus
dibimbing dan dibimbing terus. Akhirnya apa? Wush, penghasilan saya
dalam bisnis yang saya dapatkan dalam seminggu sama dengan gaji saya
sebulan. Jadi dalam sebulan, income saya sudah naik empat kali lipat.
Allahu Akbar!
Ya, begitulah enaknya bermentor. Saat saya diminta nabung
untuk jalan-jalan ke Eropa dan Inggris, saya manut saja. Eh ternyata
berhubung bisnis saya dari Inggris dan sudah sampai ke Inggris, pede
saya meningkat luar biasa. Akhirnya bisnispun makin lincah dan makin
berkembang dah! Bahkan tidak hanya ke Inggris, saya juga melalang
buana ke Swiss, Jerman, Belanda, Belgia dan Perancis. Untung saya
manut dan nurut.
Dan banyak hal. Termasuk saya menyisihkan hasil bisnis
untuk beli rumah secara cash bertahan. Berbulan-bulan saya nabung.
Tepat tahun kelima saya bisnis, hasilnya bisa buat beli rumah. Lagi-lagi
alhamdulillah. Ini yang akhirnya saya lakukan kepada mentee saya yang
menjadi mitra-mitra. Apa yang bisa saya capai, mereka harus bisa
mencapai. Sampai akhirnya di komunitas PPQ (Pengusaha Pecinta
Quran) yang saya bina, saat saya bisa beli mobil cash, yang lain juga
bisa beli. Jadi, tidak hanya saya saja, tapi banyak mitra-mitra saya
yang akhirnya bisa beli mobil dengan cash keras. Allahu Akbar!
Termasuk kurban sapi saat Indul Adha. Saat saya bisa
kurban sapi sendiri, akhirnya puluhan mitra-mitra juga bisa kurban sapi
sendiri, tanpa patungan dan lagi-lagi hasil dari profit bisnis yang
disisihkan. Alhamdulillah!
Jalan-jalan ke luar negeri juga. Dari Hainan-China,
Hongkong, Thailand, Singapura-Malaysia, sampai Turkey, alhamdulillah
saya bersama mitra-mitra bisnis saya juga bisa pelesir kesana samasama. Jadi suksesnya sama-sama. Suksesnya berjamaah. Kalau begini,
indah atau indah banget?
Sampai disini, Anda pasti sudah menjatuhkan pilihan untuk
segera memutuskan harus punya mentor bisnis ya???
Tepat!
Mentor Bisnis
Kadang saya sudah
menjelaskan ini, masih ada yang sinis
atau pesimis. Emang ada mentor
bisnis yang seperti itu?
Hehehe…coba disimak tulisan saya.
Saya sudah menunjukkan diri
menjadi mentor bisnis. Mungkin
belum sempurna, tapi saya selalu
berusaha maksimal, optimal dan
dalam membina selalu total. Saya
bisa menjadi pembicara bisnis, alhamdulillah di PPQ lahir ratusan
pembicara bisnis. Ya karena mereka mau berlatih, mau dilatih dan kita
mau terlatih sama-sama. Alhamdulillah. Lihat saja di akun instagram
@pengusahatangguh, bagaimana pembicara PPQ banyak sekali.
Saya bisa nulis ebook, di
PPQ telah lahir ratusan penulis
ebook PPQ. Nggak sengaja jago
nulis, juga jago nulis artikel.
Alhamdulillah. Karena lagi-lagi
mereka mau dilatih, mau berlatih
dan mau jadi terlatih sama-sama.
Bahkan saya fight terus menambah
kemampuan saya menulis dan
begitupun mitra-mitra.
Alhamdulillah!
Dalam bisnis, saat saya bisa jualan puluhan botol British
Propolis, saya yakinkan mitra juga bisa. Saat saya bisa jualan ratusan
botol, saya kasih tahu caranya. Mulai dari kulwa (kuliah whatshapp), IG
Live, telegram, macam-macam. Bahkan tidak hanya saya yang
mengajari, tapi kami saling mengajari. Apalagi saya belajar duluan sama
Mas Ippho Santosa, ada beban untuk menyampaikan lagi ilmunya. Agar
lebih banyak lagi manfaatnya, lebih banyak lagi penerima manfaatnya
dan banyak lagi yang jadi pengusaha hebat.
Bahkan yang tembus jual ribuan botol per bulan juga
banyak. Karena kita mau berjuang sama-sama. Sampai akhirnya tembus
omset ratusan juta rupiah per bulan. Inilah enakmya bisnis bermentor
apalagi banyak mentor dan dalam satu komunitas yang visinya sama.
Kalau di PPQ visinya makin kaya dan makin takwa.
Sampai disini, pasti Anda kepincut untuk segera gabung
komuitas PPQ. Silahkan saja. Nanti di halaman peluang usaha bisa
dibaca dan diikuti. Mudah kok gabungnya, modalnya terjangkau dan
langsung dibimbing jadi pengusaha. Wah, mau!
Dan kalau bermentor sama yang lain pun juga gak papa.
Pastikan saja bisnisnya bagus dan orangnya bagus seperti yang saya
bilang tadi di sub bab sebelum ini. Kelak saat Anda sukses berbisnis
dengan bermentor bisnis, siap-siap Anda harus bisa menjadi mentor
bisnis selanjutnya buat mentee atau mitra-mitra Anda. Jadi yang
sukses tidak hanya Anda sendiri, tapi banyak orang-orang lain yang
ikutan sukses.
Salam JOSS!
Peluang Bisnis Komunitas PPQ
1. Ingin gabung komunitas
PPQ? Langsung dibimbing
MR JOSS dan MentorMentor Bisnis yang sudah
sukses lainnya. Mau? PPQ
kepanjangan Pengusaha
Pecinta Quran. Visinya
mencetak banyak pengusaha
makin kaya-makin takwa.
Misinya, tiada hari tanpa
tilawah Quran, tiada hari tanpa jualan. Mottonya, sarapan pagi
pengusaha penolakan, makan siangnya transferan, makan
malamnya kesuksesan dan kekayaan. Mau dong!
2. Pembina PPQ, ada Dr Amir Faishol Fath (Juri Hafidz RCTI),
Habib Nabiel (Pendakwah di TV One), Muzammil Hasballlah
(Reciter Quran paling viral di youtube), Ippho Santosa (Penulis
Mega Bestseller 7 Keajaiban Rezeki). Wuih, hebat-hebat ya!
3. Langsung dibimbing jualan sampai menghasilkan. Tersedia 30
modul penjualan FREE, pembinaan zoom bisnis seminggu 5 kali,
pembinaan di grup WA dan telegram. Kesempatan kopdar,
seminar dan silaturahmi offline.
4. Apakah langsung berbisnis? Iya! Langsung pratek jualan. Modal
hanya Rp 1,8 juta dan langsung dapat 10 produk British Propolis
senilai Rp 2,5 juta. Insyaallah diajari totalitas. Amiin! Produk
halal, legal, dan laris di pasaran. Ikutin semua pembinaannya ya.
5. Mau gabung! Silahkan transfer ke Bank Syariah Indonesia a.n.
Akhmad Basori No Rek 100-122-4581. Nanti kirim bukti
transfer ke WA 0818-0952-0065 ya. Maka produk siap dikirim
di depan rumah Anda dan langsung dibimbing di grup online
Profil Penulis
Mr JOSS memiliki nama asli
Akhmad Basori, SE, M.Si. Penulis
bestseller “Pengusaha Tangguh” yang
diterbitkan Gramedia ini juga founder
komunitas PPQ (Pengusaha Pecinta
Quran) yang bervisi mencetak banyak
pengusaha yang makin kaya-makin takwa.
Berkat sukses bisnisnya, alhamdulillah
sudah menjelajah sampai ke Hongkong,
Jepang, Prancis, Jerman sampai Inggris.
Siap menjadi sahabat sukses bisnis Anda.
Salam JOSS.
